BERBUAT UNTUK ALAM DAN PUBLIK
<p>Your browser does not support iframes.</p>
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Dipromosikan
oleh Supli Effendi Rahim
Jika membeli di toko pertanian rp 25.000 per liter.
Berarti ini peluang untuk membuat sendiri dong. Nah, mesti coba.. buat kemasan
baru, label baru, promosikan.. insya allah jadi pengusaha baru... Pada hal kegunaannya banyak sekali, sebut
saja.. untuk WC yang bau, kandang ayam yang bau, kandang kelinci, kambing,
darah ikan/ayam, di mana-mana yang bau..got, tempat jual ayam dll... diperlukan
orang yang punya watak peneliti, pengusaha dll...pasti dilahapnya infotek
ini... selamat mencoba dan berhasi..... yang jadi orang kaya, harap kirim upeti
ke saya ya hehe...
CARA-CARA PEMBUATAN EM4
Sebagai starter mikroorganisme pada
proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik.
Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada
berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat
murah. Ada lima cara pembuatan EM4 yang dapat kita lakukan sebagai berikut:
CARA ke-1
Bahan - bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda
dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau
dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis.
Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.
Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6
bulan.
Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
CARA ke-2
Bahan-bahan :
Susu sapi atau susu kambing murni.
Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1
kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air
bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci,
kompor
Blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara Pembuatannya :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar
bakteri lain yang tidak diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya
didinginkan.kemudian ditambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.Ditutup
rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan
menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena
kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk
menghilangkan bau hasil proses bakteri.
CARA ke-3
Bahan-bahan :
Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
Bekatul, secukupnya
Gula merah, sedikit saja
Air beras, secukupnya
Cara Pembuatan :
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di
dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang
diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM
singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas"
yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena
inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi
selama satu minggu.
Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian
didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan
EM2.
Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan
lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah
menjadi EM4.
CARA ke-4
Bahan – bahan :
Air cician beras ( leri ) = 5 liter
Air kelapa = 5 liter
Cincangan halus sampah sayur = 3 kg
Kulit Jeruk = seadanya
Ragi tempe = 1 butir
Cairan Gula Jawa/Merah = 1 kg
Cara Pembuatan :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat dengan perlakuan setiap 4
hari tutup dibuka untuk mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.
CARA ke- 5
Bahan – bahan :
Gula pasir/merah = 1kg
Terasi = ¼ kg
Dedak = 1 ½ kg
Ragi tape = 15 butir
Air biasa = 5 liter
Cara Pembuatan :
Air di rebus sampai mendidih lalu angkat dari tungku lalu campur terasi, dedak
dan gula pasir aduk samapi rata. Tunggu 3-4 jam setelah larutan dingin lalu
masuk kan ragi tape yang sudah di tumbuk halus. Masukkan dalam ember tertutup
rapat simpan di tempat lembab. Kurang lebih 15 hari EM4 siap di gunakan.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN?
Manfaat :
Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat (Bokashi).
Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.
Tanaman
Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.
Dosis dan Perlakuan
Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk
penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu
minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN?
Manfaat :
Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
Mengurangi stres pada ternak
Menyehatkan ternak
Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
Meningkatkan nafsu makan ternak
Menekan penyakit pada ternak
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak
Cara Pemakaian :
Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap
hari.
Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan
ternak.
Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam
air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup
rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada
badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG
PERIKANAN?
Manfaat :
Memperbaiki mutu air tambak.
Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa
organik yang bermanfaat.
Menekan serangan mikroorganisme patogen.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
Menekan hama dan penyakit
Cara Pemakaian :
Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha,
selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2
minggu.
Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.
Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada
kondisi air tambak
CARA PEMBIAKAN BAKTERI EM-4
Bagi kita-kita mahasiswa yang ingin
menghemat biaya untuk pembelian EM4, anda bisa mengembangbiakan bakteri
tersebut sendiri di rumah, sehingga bila kebutuhan akan pupuk organik cukup
banyak dikarenakan luas lahan yang besar maka akan segera terpenuhi tanpa biaya
tambahan.
Sebenarnya cara pengembangbiakan bakteri ini cukup banyak antara lain :
Sebelum ke tahap lebih lanjut silahkan kita sediakan bahan untuk prakteknya
diantaranya :
1 liter bakteri yang akan diperbanyak
Siapkan sedikitnya 3 kg bekatul (jangan sampai kurang)
Siapkan ¼ kg gula merah bila tidak ada bisa pakai gula pasir atau tetes tebu,
salah satu aja
Siapkan ¼ kg terasi
Siapkan 5 liter air
Setelah semua bahan diatas tersedia, kini kita harus menyiapkan bahan untuk
media pembiakan, diantaranya :
Ember plastik
Pengaduk atau centong
Panci untuk pemasak air
Botol plastik atau kaca penyimpan
Siapkan Saringan dari kain atau kawat kasa
Bila bahan sudah semua terkumpul kini waktunya kita membuat adonan, kita bisa
memulai dengan poin- poin sebagai berikut :
Air yang 5 liter tadi dimasak sampai benar-benar mendidih.
Setelah air mendidih kita bisa memasukkan terasi, bekatul dan gula, untuk yang
memakai gula merah harus dihancurkan dulu sampai halus, lalu aduk adonan hingga
rata.
Setelah adonan benar-benar rata lalu dinginkan sampai benar-benar dingin, bila
tidak benar-benar dingin, adonan justru akan membunuh biang bakteri yang akan
kita biakkan.
Bila sudah benar-benar dingin Mulai masukkan bakteri dan aduk adonan sampai
benar-benar rata. Lalu ditutup rapat selama 2 hari dua malam.
Mulai hari ketiga tutup agak dilonggarkan dan diaduk rutin setiap hari sekitar
10 menit.
Bila sudah jadi yaitu sekitar 3-4 hari bakteri hasil pengembangan ini sudah
bisa diambil dengan disaring memakai saringan, kemudian disimpan dalam botol
yang sudah kita sediakan tadi, usahakan jangan ditutup terlalu rapat, atau
biarkan saja botol terbuka, ini dimaksudkan agar bakteri tetap mendapatkan
oksigen yang baik.
Tahap terakhir, botol bakteri tersebut siap untuk digunakan untuk membuat
kompos atau pupuk cair maupun pupuk hijau.
Ampas hasil saringan jangan dibuang karena dapat kita gunakan lagi untuk
membiakkan tahap selanjutnya, kita tinggal menyiapkan air kurang lebih 1 liter
lalu menambahkan air matang dingin dan gula.
APA SAJA KEGUNAAN LAIN EM4?
Selain untuk pembuatan bokashi, EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida
organic seperti EM5, super EM5, EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman.
EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap
awal. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada
tahap kronis.
EM5 DAN SUPER EM5
Bahan yang digunakan :
Molases/gula, cuka makan/cuka aren 5%, alcohol 40% masing-masing sebanyak 100
ml.
EM4 100 ml dan air sebanyak 1 liter. (Khusus untuk pembuatan super EM5 tidak
digunakan air).
Cara pembuatan :
Semua bahan dimasukkan ke dalam botol/jerigen. Selama 15 hari selanjutnya wadah
dikocok pada pagi dan sore harinya. Unttuk membebaskan gas yang terbentuk
selama proses fermentasi, tutup botol dibuka sebentar.
Kegiatan pengocokan dihentikan pada hari ke 15 setelah tidak ada lagi gas yang
terbentuk. Selanjutnya dibiarkan selama tujuh hari. Selanjutnya EM5 dapat
digunakan.
Dosis pemakaian :
EM5: 10-50 ml (2-10 sdm)/l air + 10-50 ml molasses.
Super EM5: 5 ml (1 sdm)/l air + 5 ml molasses.
Waktu pengaplikasian :
Waktu pengaplikasian EM5 dan super EM5 sebaiknya dilakukan pada sore hari. EM5
dan super EM5 digunakan paling lama tiga bulan.
EMRAS (EM4 dengan air beras)
Bahan yang digunakan :
bahan yang digunakan terdiri dari air beras sebanyak 1 l, molasses\gula sebanyak
10 ml dan EM4 sebanyak 10 ml (2 sdm).
Cara pembuatan dan aplikasi :
Bahan-bahan tersebut di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan
selama dua hari. Setelah itu EMRAS dapat diaplikasikan. Namun EMRAS harus sudah
habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan
selesai). Selain sebagai pestisida, EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk.
Dosis pemakaian :
Dosis yang digunakan adalah 5 ml/l air.
PESTISIDA ALAMI DARI EKSTRAK TANAMAN
Bahan yang digunakan :
Daun legum/kacang-kacangan (kacang babi), terutama yang masih muda.
EM4 sebanyak 20 ml/l air.
Cara pembuatan :
Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan EM4. Bahan selanjutnya
direndam selama 3-5 hari. Selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam.
Setelah lima hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida.
Mudah dan bermanfaat bukan? Ayo buruan. Nggak pantas di
negara kita yang kaya ini orangnya miskin, bau dan kumuh. Do it now, yo will
get it.
BERBUAT UNTUK ALAM DAN PUBLIK
<p>Your browser does not support iframes.</p>
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Dipromosikan
oleh Supli Effendi Rahim
Jika membeli di toko pertanian rp 25.000 per liter.
Berarti ini peluang untuk membuat sendiri dong. Nah, mesti coba.. buat kemasan
baru, label baru, promosikan.. insya allah jadi pengusaha baru... Pada hal kegunaannya banyak sekali, sebut
saja.. untuk WC yang bau, kandang ayam yang bau, kandang kelinci, kambing,
darah ikan/ayam, di mana-mana yang bau..got, tempat jual ayam dll... diperlukan
orang yang punya watak peneliti, pengusaha dll...pasti dilahapnya infotek
ini... selamat mencoba dan berhasi..... yang jadi orang kaya, harap kirim upeti
ke saya ya hehe...
CARA-CARA PEMBUATAN EM4
Sebagai starter mikroorganisme pada
proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik.
Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada
berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat
murah. Ada lima cara pembuatan EM4 yang dapat kita lakukan sebagai berikut:
CARA ke-1
Bahan - bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda
dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau
dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis.
Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.
Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6
bulan.
Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
CARA ke-2
Bahan-bahan :
Susu sapi atau susu kambing murni.
Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1
kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air
bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci,
kompor
Blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara Pembuatannya :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar
bakteri lain yang tidak diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya
didinginkan.kemudian ditambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.Ditutup
rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan
menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena
kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk
menghilangkan bau hasil proses bakteri.
CARA ke-3
Bahan-bahan :
Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
Bekatul, secukupnya
Gula merah, sedikit saja
Air beras, secukupnya
Cara Pembuatan :
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di
dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang
diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM
singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas"
yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena
inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi
selama satu minggu.
Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian
didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan
EM2.
Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan
lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah
menjadi EM4.
CARA ke-4
Bahan – bahan :
Air cician beras ( leri ) = 5 liter
Air kelapa = 5 liter
Cincangan halus sampah sayur = 3 kg
Kulit Jeruk = seadanya
Ragi tempe = 1 butir
Cairan Gula Jawa/Merah = 1 kg
Cara Pembuatan :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat dengan perlakuan setiap 4
hari tutup dibuka untuk mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.
CARA ke- 5
Bahan – bahan :
Gula pasir/merah = 1kg
Terasi = ¼ kg
Dedak = 1 ½ kg
Ragi tape = 15 butir
Air biasa = 5 liter
Cara Pembuatan :
Air di rebus sampai mendidih lalu angkat dari tungku lalu campur terasi, dedak
dan gula pasir aduk samapi rata. Tunggu 3-4 jam setelah larutan dingin lalu
masuk kan ragi tape yang sudah di tumbuk halus. Masukkan dalam ember tertutup
rapat simpan di tempat lembab. Kurang lebih 15 hari EM4 siap di gunakan.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN?
Manfaat :
Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat (Bokashi).
Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.
Tanaman
Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.
Dosis dan Perlakuan
Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk
penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu
minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN?
Manfaat :
Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
Mengurangi stres pada ternak
Menyehatkan ternak
Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
Meningkatkan nafsu makan ternak
Menekan penyakit pada ternak
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak
Cara Pemakaian :
Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap
hari.
Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan
ternak.
Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam
air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup
rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada
badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG
PERIKANAN?
Manfaat :
Memperbaiki mutu air tambak.
Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa
organik yang bermanfaat.
Menekan serangan mikroorganisme patogen.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
Menekan hama dan penyakit
Cara Pemakaian :
Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha,
selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2
minggu.
Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.
Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada
kondisi air tambak
CARA PEMBIAKAN BAKTERI EM-4
Bagi kita-kita mahasiswa yang ingin
menghemat biaya untuk pembelian EM4, anda bisa mengembangbiakan bakteri
tersebut sendiri di rumah, sehingga bila kebutuhan akan pupuk organik cukup
banyak dikarenakan luas lahan yang besar maka akan segera terpenuhi tanpa biaya
tambahan.
Sebenarnya cara pengembangbiakan bakteri ini cukup banyak antara lain :
Sebelum ke tahap lebih lanjut silahkan kita sediakan bahan untuk prakteknya
diantaranya :
1 liter bakteri yang akan diperbanyak
Siapkan sedikitnya 3 kg bekatul (jangan sampai kurang)
Siapkan ¼ kg gula merah bila tidak ada bisa pakai gula pasir atau tetes tebu,
salah satu aja
Siapkan ¼ kg terasi
Siapkan 5 liter air
Setelah semua bahan diatas tersedia, kini kita harus menyiapkan bahan untuk
media pembiakan, diantaranya :
Ember plastik
Pengaduk atau centong
Panci untuk pemasak air
Botol plastik atau kaca penyimpan
Siapkan Saringan dari kain atau kawat kasa
Bila bahan sudah semua terkumpul kini waktunya kita membuat adonan, kita bisa
memulai dengan poin- poin sebagai berikut :
Air yang 5 liter tadi dimasak sampai benar-benar mendidih.
Setelah air mendidih kita bisa memasukkan terasi, bekatul dan gula, untuk yang
memakai gula merah harus dihancurkan dulu sampai halus, lalu aduk adonan hingga
rata.
Setelah adonan benar-benar rata lalu dinginkan sampai benar-benar dingin, bila
tidak benar-benar dingin, adonan justru akan membunuh biang bakteri yang akan
kita biakkan.
Bila sudah benar-benar dingin Mulai masukkan bakteri dan aduk adonan sampai
benar-benar rata. Lalu ditutup rapat selama 2 hari dua malam.
Mulai hari ketiga tutup agak dilonggarkan dan diaduk rutin setiap hari sekitar
10 menit.
Bila sudah jadi yaitu sekitar 3-4 hari bakteri hasil pengembangan ini sudah
bisa diambil dengan disaring memakai saringan, kemudian disimpan dalam botol
yang sudah kita sediakan tadi, usahakan jangan ditutup terlalu rapat, atau
biarkan saja botol terbuka, ini dimaksudkan agar bakteri tetap mendapatkan
oksigen yang baik.
Tahap terakhir, botol bakteri tersebut siap untuk digunakan untuk membuat
kompos atau pupuk cair maupun pupuk hijau.
Ampas hasil saringan jangan dibuang karena dapat kita gunakan lagi untuk
membiakkan tahap selanjutnya, kita tinggal menyiapkan air kurang lebih 1 liter
lalu menambahkan air matang dingin dan gula.
APA SAJA KEGUNAAN LAIN EM4?
Selain untuk pembuatan bokashi, EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida
organic seperti EM5, super EM5, EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman.
EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap
awal. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada
tahap kronis.
EM5 DAN SUPER EM5
Bahan yang digunakan :
Molases/gula, cuka makan/cuka aren 5%, alcohol 40% masing-masing sebanyak 100
ml.
EM4 100 ml dan air sebanyak 1 liter. (Khusus untuk pembuatan super EM5 tidak
digunakan air).
Cara pembuatan :
Semua bahan dimasukkan ke dalam botol/jerigen. Selama 15 hari selanjutnya wadah
dikocok pada pagi dan sore harinya. Unttuk membebaskan gas yang terbentuk
selama proses fermentasi, tutup botol dibuka sebentar.
Kegiatan pengocokan dihentikan pada hari ke 15 setelah tidak ada lagi gas yang
terbentuk. Selanjutnya dibiarkan selama tujuh hari. Selanjutnya EM5 dapat
digunakan.
Dosis pemakaian :
EM5: 10-50 ml (2-10 sdm)/l air + 10-50 ml molasses.
Super EM5: 5 ml (1 sdm)/l air + 5 ml molasses.
Waktu pengaplikasian :
Waktu pengaplikasian EM5 dan super EM5 sebaiknya dilakukan pada sore hari. EM5
dan super EM5 digunakan paling lama tiga bulan.
EMRAS (EM4 dengan air beras)
Bahan yang digunakan :
bahan yang digunakan terdiri dari air beras sebanyak 1 l, molasses\gula sebanyak
10 ml dan EM4 sebanyak 10 ml (2 sdm).
Cara pembuatan dan aplikasi :
Bahan-bahan tersebut di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan
selama dua hari. Setelah itu EMRAS dapat diaplikasikan. Namun EMRAS harus sudah
habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan
selesai). Selain sebagai pestisida, EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk.
Dosis pemakaian :
Dosis yang digunakan adalah 5 ml/l air.
PESTISIDA ALAMI DARI EKSTRAK TANAMAN
Bahan yang digunakan :
Daun legum/kacang-kacangan (kacang babi), terutama yang masih muda.
EM4 sebanyak 20 ml/l air.
Cara pembuatan :
Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan EM4. Bahan selanjutnya
direndam selama 3-5 hari. Selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam.
Setelah lima hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida.
Mudah dan bermanfaat bukan? Ayo buruan. Nggak pantas di
negara kita yang kaya ini orangnya miskin, bau dan kumuh. Do it now, yo will
get it.
UJIAN
ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
Dosen
Pembimbing :
PROF.SUPLI EFFENDI RAHIM,PhD,
M.Sc
Disusun Oleh
HAWATRIANA
NPM:12.13101.10.01
PROGRAM PASCA
SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
STIK BINA HUSADA PALEMBANG
2013
SOAL UJIAN NILAI DAN ETIKA LINGKUNGAN
Tuesday, March 26, 2013 4:20 AM
JAWAB SOAL-SOAL BERIKUT DI BLOG MASING-MASING.
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem?
rincikan ekosistem apa saja yang ada di bumi dan di sekitar anda... lengkapi
dengan gambar
2.
Apa yang dimaksud dengan nilai lingkungan? lengkapi dengan bagaimana
mengkuantifikasi nilai lingkungan,
3. Jelaskan jenis-jenis etika lingkungan yang
anda ketahui. Jelaskan bagaimana strategi penerapan etika lingkungan itu
4. Jelaskan mengapa menggunakan blogspot ini
merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung perwujudan kebijakan pemerintah
dalam e-government di sau sisi dan mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan.
Lengkapi dengan arguimen ilmiahnya.
5. Mengapa jejak ekologis itu merupakan gambaran
apakah seseorang itu menyumbang terhadap kerusakan lingkungan atau tidak?
6. Sudahkah anda membuat dan mengelola dengan
baik? Nilai anda juga sangat ditentukan dengan pengelolaan blogspot anda
JAWAB
1.
A.Pengertian Ekosistem :
- Adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan
kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas dan produktifitas lingkungan hidup.
- Tatanan keseluruhan secara utuh dan menyeluruh antara
segenap unsur lingkungan hidupyang saling mempengaruhi.
- Keseluruhan fungsi perubahan maupun interaksi dari
suatu tatanan yang homogen
B. Jenis-jenis Ekosistem
1. Ekosistem akuatik (air)
a. Ekosistem air tawar
1) Ekosistem air tawar Lotik : airnya berarus, berarti airnya senantiasa
mengalir. Contoh dari ekosistem air tawar lotik sering kita jumpai di sekitar
kita. Misalnya : Sungai, dan selokan.

Gambar. 1
Sungai merupakan contoh ekosistem air tawar lotik.
Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 275)
2) Ekosistem air tawar lentik : airnya tidak berarus, ini berarti airnya tidak
mengalir. Contohnya : Danau, rawa air tawar, kolam, rawa gambut.
Gambar. 2
Hutan Rawa Gambut
Sumber : http://www.lablink.or.id/Env/Hutan/HutanKlasifikasi/htnrawag.jpg
Gambar. 3
Danau Toba
Sumber : http://katakdankodokbersaudara.files.wordpress.com/2009/05/danau-toba.jpg
Ekosistem danau dan kolam terdiri dari 3 wilayah horizontal yaitu :
a) Wilayah Litoral adalah merupakan wilayah perairan dangkal di sepanjang tepi
danau dan kolam. Contohnya : Hydrylla, Hydra, capung, katak, burung, dan tikus.
b) Wilayah Limnetik adalah wilayah perairan terbuka yang masih bisa di tembus
oleh cahaya matahari. Contohnya : Zooplankton dan Fitoplankton.
c) Wilayah Profundal adalah daerah yang dalam, dengan berbagai jenis dekomposer
pada bagian dasarnya.
b. Ekosistem Laut
Gambar. 4
Ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona,
yaitu zona litoral, zona laut dangkal, dan zona pelagik.
Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 275).
Ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona (wilayah), yaitu :
1) Zona litoral.
a) Ekosistem Estuari
Merupakan wilayah perairan tempat pertemuan antara sungai dan laut atau disebut
muara sungai. Muara sungai disebut pantai lumpur.
Estuari mempunyai ciri berair payau dengan tingkat salinitas di antara air
tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau dan rumput laut.
Beberapa organisme laut melakukan perkambangbiakan di wilayah ini seperti ikan,
udang dan moluska yang dapat dimakan. Estuari banyak terdapat di wilayah Jawa,
Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Gambar. 5
Estuari
Sumber : http://www.alzinar.com/imatges/biomes/estuari
b) Ekosistem Pantai Pasir
Ekosistem dengan deburan ombak yang konstan dan terkena paparan cahaya matahari
selama 12 jam. Vegetasi ada yang berbentuk terna atau membentuk perdu atau
pohon. Terna adalah tumbuhan berbiji yang memiliki batang lunak dan tidak
berkayu, misalnya rumput, kangkung, dan pisang.
c) Ekosistem Pantai Batu
Tersusun dari komponen abiotik berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu
yang besar. Organisme yang terdapat pada pantai batu seperti ganggang Eucheuma
dan Sargassum.
Gambar. 6
Ekosistem Pantai Batu
Sumber :
http://img.photobucket.com/albums/v417/sandro_utji/Didesa%20Resort/DCP_0671.jpg
2) Zona Laut Dangkal
a) Ekosistem Terumbu Karang,
Hanya dapat tumbuh di dasar peraiaran yang jernih, terumbu karang terbentuk
dari rangka hewan Coelenterata. Organisma yang terdapat pada ekosistem ini
adalah kelompok Porifera, coelenterata, ganggang, beberapa jenis ikan, serta
udang.
Gambar. 7
Ekosistem terumbu Karang
Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 276)
3) Zona pelagik.
a) Ekosistem Laut Dalam
Merupakan zona pelagik laut. Ekosistem ini berda pada kedalaman 76000 m dari
permukaan laut. Sehingga tidak ada lagi cahaya matahari, oleh karena itu
produsen utama di ekosistem ini merupakan organisme kemoautrotof.
Gambar. 8
Ekosistem Laut Dalam
Sumber : http://images.aad.gov.au/img.py/1e10.jpg
c. Ekosistem Darat
1) Hutan Hujan Tropis
a) Terdapat di wilayah khatulistiwa
b) Temperatur tinggi (rata-rata 25 0c)
c) Curah hujan tinggi 200-450 cm per tahun
d) Pohon tinggi dan rimbun (kanopi)
e) Jenis tumbuhan sangat beragam termasuk tumbuhan paku dan anggrek.
f) Hewan pada hutan hujan tropis di indonesia antara lain : berbagai jenis
serangga dan burung, monyet, orang utan dan harimau.
Gambar. 9
Hutan Hujan Tropis
Sumber : http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/tangkah3.jpg
2) Savana
a) terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa
b) curah hujan lebih 90-150 cm per tahun
c) Vegetasi savanna didominasi oleh rumput dan pohon yang tumbuh terpencar.
d) Hewan yang hidup di savanna adalah berbagai jenis sderangga seperti
belalang, kumbang, rayap, herbivora dan karnivora.
Gambar. 10
Savanna
Sumber : http://onlynatural.files.wordpress.com/2008/09/800px-male_lion_on_savanna.jpg
3) Padang Rumput
a) Terdapat pada wilayah dengan temperatur sedang.
b) cuirah hujan 25-75 cm per tahun
c) vegetasi yang dominan adalah rumput
d) hewan yang hidup antara lain kelinci, tupai tanah dan serigala.
Gambar. 11
Padang Rumput
Sumber : http://chinatour.net/images/grassland.jpg
4) Gurun
a) Terdapat di belahan bumi sekitar 20-30 LU dan LS
b) Curah hujan kurang dari 25 cm per tahun
c) Vegetasi terdiri dari berbagi belukar akasia, tumbuhan sukulen dan kaktus.
d) Hewan yang banyak terdapat di gurun antar lain belalang, burung pemangsa
serangga dan kadal.
Gambar. 12
Bioma Gurun
Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/01/gurun-02.jpg
5) Hutan Gugur
a) Terdapat di sekitar wilayah sub tropis yang mengalami pergantian musim panas
dan tropis
b) Curah hujan sedang yaitu 75-150 cm per tahun
c) Pohon pada hutan gugur sub tropis memiliki ciri menggugurkan daunnya
menjelang musim gugur dan menjadi dorman pada musim dingin. (maple dan birkin)
d) Hutan gugur di daerah tropis menggugurkann daun pada musim kemarau, misalnya
hutan jati.
Gambar. 13
Bioma Hutan Gugur
Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/02/hutan-gugur-01.jpg
6) Taiga
a) Terdapat di wilayah utara hutan gugur sub tropis dan juga di pegunungan sub
tropis
b) Musim dingin yang panjang. Huajn turun hanya pada musim panas
c) Taiga merupakan hutan pinus (konifer) yang selalu hijau.
d) Hewan yang hidup antara lain rusa, bajing, burung gagak hitam, serigala, dan
beruang.
Gambar. 14
Taiga
Sumber :
http://www.centraliahs.org/personnel/teachers_faculty/science/becker/biome%20web%20page/taiga.jpg
7) Tundra
a) Terdapat di dekat kutub utara, yaitu pada 60 0 LU (tundra artik), sedangkan
tundra yang terdapat di puncak gunung (tundra alpin)
b) Vegetasi tundra didominasi oleh rumput alang-alang, lumut daun dan perdu,
pada wilayah ini tidak terdapat pohon
c) Hewan yang terdapat di tundra adalah kelinci, burung hantu, serigala, rusa
dan domba
Gambar. 15
Tundra
Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/02/tundra-011.jpg
d. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat manusia untuk memenuhi
kebutuhannya.
Contoh : bendungan, sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, dll.
Gambar. 16
Bendungan Jati Luhur
Sumber : http://hmjsipiluph.files.wordpress.com/2007/09/bendungan-jatiluhur.jpg
2.
Nilai
lingkungan berkaitan dengan dasar dan justifikasi kebijakan lingkungan.
·
Hal ini bertujuan untuk membawa
bersama-sama kontribusi dari filsafat, hukum, ekonomi dan disiplin lainnya,
yang berhubungan dengan lingkungan sekarang dan masa depan manusia dan spesies
lainnya, dan untuk memperjelas hubungan antara isu-isu kebijakan praktis dan
prinsip-prinsip dasa yang lebih fundamental atau asumsi.
·
Pengertian
Nilai
ü dalam bahasa Inggris adalah value. Nilai masuk dalam bidang kajian
filsafat, yaitu filsafat nilai. Istilah nilai dalam bidang filsafat dipakai
untuk menunjukan kata benda yang abstrak, yang artinya worlh (keberhargaan)
atau goodness (kebaikan)
ü Menurut Ralp
Perry: “Value as any object of any interest”. Maknanya adalah bahwa
nilai sebagai suatu objek dari
suatu minat individu.
ü Kupperman
mendefinisikan nilai adalah patokan normatif yang memperngaruhi manusia dalam
menentukan pilihannya
di antara cara-cara tindakan alternatif.
Ø Pengertian
Lingkungan
Adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan
tak hidup di alam, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang
berlebihan atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan
segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.
Ø Pengertian
Nilai Lingkungan
Nilai
lingkungan artinya ada kandungan yang terdapat dalam lingkungan. Lingkungan
yang mempunyai nilai positif, berharga dan dipentingkan dengan sebaik-baiknya,
dimana artinya yang berkarakter dan mendukung terciptanya perwujudan
nilai-nilai lingkungan dalam menunjang kehidupan, sepeti karakter cinta pada
Sang Maha Pencipta dan segenap ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai
lingkungan yang berharga tersebut sangatlah penting bagi perkembangan semua
makhluk untuk bertahan hidup dan untuk beribadah pada Sang Pencipta.
Ø
Pengertian Kuantifikasi
Adalah keterangan yang berhubungan dengan kuantitas atau
jumlah.
Misalnya setiap, beberapa, semua.
Ø Cara
Mengkuantifikasi Nilai Lingkungan
ü Dengan
meyakini bahwa semua cara kita memelihara nilai lingkungan akan berguna
bagi kelangsungan hidup yang lebih baik dimasa mendatang.
ü
Setiap kebaikan yang kita lakukan untuk lingkungan akan sangat
bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dimasa depan, sekecil apapun itu,
3. Jenis-Jenis
Etika Lingkungan
·
Pengertian Etika Lingkungan
Ø Etika Lingkungan berasal dari dua
kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari bahasa
yunani yaitu “Ethos” yang berarti
adat istiadat atau kebiasaan.
Ø Ada tiga teori mengenai pengertian
etika, yaitu:
1
Etika
Deontologi adalah suatu tindakan di nilai baik atau buruk berdasarkan apakah
tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban.
2
Etika
Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat
suatu tindakan.
3
Etika
keutamaan adalah mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri setiap
orang.
·
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi
kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara
langsung maupun secara tidak langsung.
·
Jadi,
etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan
lingkungannya.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut
lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap
terjaga
.
·
Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika
Lingkungan disebut juga Etika Ekologi. Etika Ekologi selanjutnya dibedakan dan
menjadi dua yaitu etika ekologi
dalam dan etika ekologi dangkal. Selain itu etika
lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika pelestarian dan etika
pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan
pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan
dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan
semua makhluk.
a.
Etika Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan
terhadap lingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk
kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris
Jenis etika antroposentris.
1.
Etika
antroposentris yang menekankan segi estetika alam (etika lingkungan harus dicari pada kepentingan manusia,
secara khusus kepentingan estetika).
2.
Etika
antroposentris yang mengutamakan kepentingan generasi penerus (mendasarkan etika lingkungan pada perlindungan atau
konservasi alam yang ditujukan untuk generasi penerus manusia).
Etika
ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan
humanisme serta ilmu pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut
oleh banyak ahli lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki
pandangan bahwa alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Secara
umum, Etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal
berikut ini :
1.
Manusia
terpisah dari alam.
2. Mengutamakan
hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung
jawab
manusia.
3.
Mengutamakan
perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
4.
Kebijakan
dan manajemen sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
5.
Norma
utama adalah untung rugi.
6.
Mengutamakan
rencana jangka pendek.
7.
Pemecahan
krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya
dinegara miskin.
8.
Menerima
secara positif pertumbuhan ekonomi.
b.
Etika Ekologi Dalam
·
Etika ekologi dalam adalah
pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan
sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsur
mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa
semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk
menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk
berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies
manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas
disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan tumbuhan serta
alam.
·
Secara umum etika ekologi
dalam ini menekankan hal-hal berikut :
1.
Manusia
adalah bagian dari alam.
2.
Menekankan
hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia,
tidak boleh diperlakukan
sewenang-wenang.
3.
Prihatin
akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-
wenang.
4.
Kebijakan
manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
5.
Alam
harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
6.
Pentingnya
melindungi keanekaragaman hayati.
7.
Menghargai
dan memelihara tata alam.
8.
Mengutamakan
tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
9.
Mengkritik
sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu
sistem mengambil sambil
memelihara.
Jenis-jenis
etika lingkungan dalam.
1.
Etika
Neo-Utilitarisme. Etika ini merupakan pengembangan
etika utilitarisme Jeremy Bentham yang dipelopori Pete Singer yang menekankan
kebaikan untuk semua sehingga kebaikan etika lingkungan ditujukan untuk seluruh
mahluk.
2.
Etika
Zoosentrisme. Etika ini menekankan perjuangan
hak-hak binatang (pembebasan binatang) dengan tokoh Charles Brich.
Menurut etika ini, binatang memiliki hak menikmati kesenangan karena mereka
dapat merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan dan menjadikan rasa
senang/penderitaan binatang sebagai salah satu standar moral.
3.
Etika
Biosentrisme. Etika ini menekankan
kehidupan sebagai standar moral dengan salah satu tokohnya adalah Kenneth
Goodpaster. Hal yang dijadikan tujuan bukanlah rasa senang atau menderita
tetapi kemampuan atau kepentingan untuk hidup. Dengan menjadikan kepentingan
untuk hidup sebagai standar moral, maka yang dihargai secara moral bukan hanya
manusia dan hewan, melainkan seluruh makhluk hidup yang ada.
4.
Etika
Ekosentrisme. Etika ekosentrisme menekankan
keterkaitan seluruh organisme dan anorganisme dalam ekosistem. Setiap individu
mamiliki keterkaitan satu sama lain secara mutual dan memandang bumi sebagai
suatu pabrik terintegrasi berisi organsime yang saling membutuhkan, saling
menopang dan saling memerlukan. Kematian dan kehidupan haruslah diterima secara
seimbang. Hukum alam memungkinkan mahluk saling memangsa diantara semua
spesies. Ini menjadi alasan mengapa manusia boleh memakan unsur-unsur
yang ada di alam, seperti binatang maupun tumbuhan. Menurut salah satu
tokohnya, John B. Cobb, etika ekosentrisme mengusahakan keseimbangan antara
kepentingan individu dengan kepentingan keseluruhan dalam ekosistem.
5.
Hak Asasi Alam. Makhluk hidup selain manusia tidak memiliki hak pribadi, namun
makhluk hidup membutuhkan ekosistem atau habitat untuk hidup dan berkembang.Makhluk
hidup seperti binatang dan tumbuhan juga mempunyai hak, meskipun mereka tidak
dapat bertindak yang berlandaskan kewajiban. Mereka ada dan tercipta untuk
kelestarian alam ini. Maka mereka juga mempunyai hak untuk hidup. Hak itu harus
dihormati berdasar prinsip nilai intrinsik yang menyatakan bahwa setiap entitas
sebagai anggota komunitas bumi bernilai. Dengan demikian, pembabatan hutan
secara tidak proporsional dan penggunaan binatang sebagai obyek eksperimen
tidak dapat dibenarkan.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan
penerapan etika lingkungan sebagai berikut:
1
Manusia
merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu
menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
2
Manusia
sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk emnjaga
terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
3
Kebijaksanaan
penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy.
4
Lingkungan disediakan bukan untuk
manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain.
5
Etika
Lingkungan tidak hanya berbicara mengenai perilaku manusia terhadap alam, namun
juga mengenai relasi di antara semua kehidupan alam semesta, yaitu antara
manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada alam dan antara manusia
dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara keseluruhan.
4
Dengan
menggunakan blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di satu sisi dan
mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan untuk bersama-bersama menjaga
kelestarian lingkungan. Kalau setiap tugas menggunakan kertas maka memperparah
terjadi kerusakan lingkungan.Karena kertas dihasilkan dari kayu. Hal ini dapat
menyebabkan lingkungan hidup akan terganggu yang akan merugikan kita semua.Lingkungan
hidup bukanlah obyek untuk dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, tetapi
harus ada suatu kesadaran bahwa antara manusia dan lingkungan terdapat adanya
relasi yang kuat dan saling mengikat. Rusaknya lingkungan hidup akan berakibat
pada terganggunya kelangsungan hidup manusia. Karena itu setiap kali kita mengeksploitasi
sumberdaya dari alam yang diciptakan oleh Tuhan, kita harus memperhitungkan
dengan seksama manfaat apa yang akan dihasilkannya bagi kemaslahatan manusia.
Dengan demikian pemanfaatan ini tetap dalam tujuan transformasi menjadi manusia
yang merdeka, cerdas, dan setara satu dan lainnya.
5
Ya,benar.
Jejak ekologis itu merupakan gambaran apakah seseorang itu menyumbang terhadap
kerusakan lingkungan.
Karena Secara sederhana jejak ekologi
adalah jumlah global hektar yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seseorang
selama satu tahun, mulai dari untuk makan, papan, sandang, pendidikan,
transportasi, dll.Metode
ini mempermudah kita melihat hubungan sebab akibat dari tindakan atau gaya
hidup manusia terhadap kemampuan bumi dalam menopang kebutuhannya di dunia ini
secara kuantitatif. Sehingga kita dapat mengetahui seberapa boros, seberapa
banyak kita menghasilkan limbah dan seberapa berbahaya limbah yang kita
hasilkan, hingga menyangkut penjuml ahan total lahan yang diperlukan untuk
menyediakan makanan, perumahan, transportasi, bahan-bahan konsumsi yang lain,
serta pelayanan yang kita gunakan. Namun tidak semua lahan bisa berfungsi untuk
menunjang kehidupan kita secara berkelanjutan. Oleh karena itu Jejak Ekologi
hanya mengukur lahan yang mampu berproduksi dan mengelola limbah secara alami,
atau yang disebut lahan produktif biologis.
Semakin kaya seseorang maka akan semakin tinggi menyumbang
terhadap kerusakan alam.Hal ini disebabkan oleh kemampuan orang tersebut dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya.Yang berpengerah terhadap kerusakan alam
6. Sudahkah anda membuat dan mengelola dengan
baik? Nilai anda juga sangat ditentukan dengan pengelolaan blogspot anda
Ya saya
sudah merasakan banyak sekali manfaat dari blog ini antara lain: untuk membuat
catatan kuliah, berbagi ilmu, pengalaman,biodata pribadi.Dan yang paling
penting pembuatan tugas-tugas kuliah melalui blog sehingga lebih hemat
kertas,ramah lingkngan sehingga dapat sedikit memberikan andil mengurangi beban
limbah yang dihasilkan.Generasi kita yang akan datang mudah-mudahan dapat
menikmati sumber daya alam tanpa perlu membayar mahal karena ulah kita….amin
pendahuluan - buku e-gov
Bab 1
PENDAHULUAN
Topik-topik kecil:
Pelayanan publik Allah
Sejarah e-government
Model penyampaian e-gov
Manfaat e-government
1.1
Pelayanan Publik Allah
Bismillah. Pembaca,
sepantasnya kita selalu bersyukur kepada Allah, penguasa seluruh alam dengan
sistem pemerintahanNya yang canggih – menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi. Sepantasnya kita selalu bersyukur dan bersyukur karena selalu
dilayani dan dikelola oleh Allah hidup kita – siang malam, ketika masih muda,
ketika sudah tua dan bahkan kita mesti meyakini bahwa ketika tidak ada lagi di
dunia ini kita masih terus dilayani oleh pemilik alam semesta ini. Gambar 1.1 memberikan
gambaran kerapian pengaturan oleh Allah.
Bisa dibayangkan bagaimana
zat Allah, sebagai kepala pemerintahan yang berada di arasy melakukan
pemerintahanNya yang luasnya meliputi seluruh langit dan bumi, meliputi seluruh
makhluk yang jumlahnya tak terhingga – ada dari jenis jin dan malaikat,
manusia, binatang, tumbuhan dan unsur mikrobia di tanah, di air, di laut dan di
udara. Jenis-jenis kehidupan itu baik yang ada di langit maupun di bumi itu
semuanya diatur, dilayani dan dikelola dengan suatu tata kelola pemerintahan
yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak secara manual, tidak
juga dengan teknologi sederhana. Semua berlangsung secara otomatis dan semua
serba canggih. Bisa dibayangkan bagaimana Tuhan mengatur nasib manusia di bumi
ini (rezeki, jodoh, balak dan maut) dengan jumlah milyaran orang.
Gambar 1.1.
Bumi, jagad raya dan manusia diatur rapi oleh Allah (Google.com)
Berbeda dengan sistem
pemerintahan bumi dan langit semuanya dalam bentuk elektronik, pemerintahan di
bumi ini khususnya pada level negara, level provinsi, level kabupaten/kota dan
level kecamatan, kelurahan sampai ke level RT dan keluarga dilangsungkan secara
manual dan hanya beberapa dasa warsa mulai menggunakan teknologi modern dalam
hal ini TIK (teknologi informasi dan komunikasi) (Gambar 1.2).
1.2 Sejarah e-government
Sejak dasawarsa 1990-an
beberapa negara di dunia mulai menggunakan sistem pemerintahan menggunakan
elektronik. Tercatat negara-negara seperti Amerika Serikat, Selandia Baru,
Kanada, Singapura dan beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Inggris
telah menggunakan sistem pemerintahan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi.
Gambar
1.2 Teknologi informasi dan komunikasi
(google.com)
Penggunaan TIK oleh
pemerintah pada dasarnya adalah untuk memberikan warga negaranya dengan akses
yang lebih nyaman ke informasi dan layanan pemerintah serta untuk memberikan
pelayanan publik kepada warga, mitra bisnis, dan mereka yang bekerja di sektor
publik. Bagian awal dari pelaksanaan e-governance adalah
"komputerisasi" dari kantor publik memungkinkan mereka dengan
membangun kapasitas mereka untuk pelayanan yang lebih baik dan membawa
pemerintahan yang baik menggunakan teknologi sebagai katalisator. Bagian kedua
adalah penyediaan jasa sentris warga melalui media digital seperti mengembangkan
portal pemerintah interaktif.
Sejak beberapa tahun
yang lalu tepatnya pada tahun 2003 pemerintah RI telah mengeluarkan Instruksi
Presiden No. 03 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan
e-government di Indonesia. Sejak itu kebanyakan bahkan semua instansi
departemen di tingkat pusat hingga ke daerah-daerah mulai membangun dan
mengembangkan sistem pemerintahan elektronik atau yang dikenal dengan e-government.
Pemerintahan elektronik
atau e-government adalah penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi
dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan
dengan pemerintahan (Gambar 1.3) e-government dapat diaplikasikan pada institusi-institusi
legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi
internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang
demokratis.
Gambar
1.3 Model keterpaduan dalam
e-gavernance (google.com)
1.3 Model Penyampaian E-gov
Model
penyampaian (relasi) yang utama adalah Government-to-Citizen atau
Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta
Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari
e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang
lebih baik dalam pelayanan publik.
Seringkali e-government
dianggap sebagai pemerintahan online ("online government") atau
pemerintahan berbasis internet ("Internet-based government"), namun banyak
teknologi pemerintahan elektronik non-internet yang dapat digunakan dalam
konteks ini. Sejumlah bentuk pelayanan publik oleh pemerintah adalah dalam
bentuk non-internet termasuk telepon, faksimili, PDA, SMS, MMS, jaringan dan
layanan nirkabel (wireless networks and services), Bluetooth, CCTV, sistem
penjejak (tracking systems), RFID, indentifikasi biometrik, manajemen dan
penegakan peraturan lalu lintas jalan, kartu identitas (KTP), kartu pintar
(smart card) serta aplikasi NFC lainnya; teknologi polling station (dimana
e-voting non-online kini dipertimbangkan), penyampaian-penyampaian layanan
pemerintahan berbasis TV dan radio, surat-e, fasilitas komunitas online,
newsgroup dan electronic mailing list, chat online, serta teknologi pesan
instan (instant messenger). Ada pula sejumlah sub-kategori dari e-government
spesifik seperti m-government (mobile government), u-government (ubiquitous
government), dan g-government (aplikasi GIS/GPS untuk e-government). Kesemua
layanan itu pada umumnya dalam rangka melakukan publikasi, interaksi dan transaksi
(Gambar 1.4) (Wikipedia).

Gamba
1.4 Jenis layanan dalam e-government (sumber
google.com)
Apakah manfaat yang
nyata dari e-government? Sejumlah manfaat dan keuntungan jika e-government
dibuat dan diterapkan oleh pemerintah (contoh portal pemerintah Singapura dan
Sragen pada Gambar-gambar 1.5. dan 1.6) adalah: (a) Memperbaiki mutu pelayanan
pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan
industri); (b) Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan
pemerintahan dalam rangka penerapan konsepGood Governance di pemerintahan
(bebas KKN); (c) Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi,
daninteraksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan
aktivitas sehari-hari; (d) Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan
sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang
berkepentingan; (e) Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat
secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan
dengan berbagai perubahan global dan tren yang ada; dan (f) Memberdayakan
masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses
pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.

Gambar
1.5 Contoh portal e-government infosragen.com
Gambar
1.6 Contoh portal e-citizen.sg oleh
pemerintah Singapura
Selanjutnya, buku ini
ditujukan untuk menyajikan konsep dan elemen-elemen sukses e-government, model
penyampaian e-government, kerangka arsitektur e-government, sistem informasi
nasional, kebijakan-kebijakan yang mendukung e-government, blue print (cetak biru)
e-government, penerapan e-government di berbagai belahan dunia serta hubungan
e-government dengan teknologi dan tata pemerintahan yang baik, pembuatan blog
dan email serta penutup.