Thursday, March 28, 2013

HUMOR

HUMOR

Pada kesempatan kali ini Jagad Kawula mempersembahkan halaman yang berisi kumpulan humor cerdas. tujuannya sebagai media untuk menghibur para sahabat agar tidak terlalu tegang dalam menjalani aktivitas-aktivitas harian. semoga dengan membaca kumpulan humor cerdas ini akan membantu sedikit meringankan rasa penat, memupuk semangat dan bahkan mungkin menjadi wasilah untuk mendapatkan inspirasi baru..selamat menikmati..:)
2. Debat Mahasiswa
1. Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan
3. Wahabi vs NU
4. Subsidi BBM
5. Penyakit pegawai Indonesia
6. Saksi kasus pencurian
7. Menceritakan Asal Usul Kepada Anak
8. Ujian Ulangan untuk anak Berotak Lambat
9. Anggota DPR dan Pilot Penyabu
10. Cowok Idaman para Cewek
11. Tiga orang pemabuk dan kereta api
12. Ujian Susulan 4 Mahasiswa
13. Orang Buta dan Lampu
14. Abu Nawas dan Sholat Jenazah
15. Santri Cerdik dan Seekor Sapi
16. Larangan Merokok di Pesantren
17. Maskapai Tegal Air
18. Diskon Shalat Tarawih
19. Suami Buta dan Istrinya
20. Ora Usah Melu Macam-macam



DEBAT MAHASISWA

DEBAT MAHASISWA
Perdebatan seru terjadi dikelas filsafat, membahas apakah Tuhan itu ada atau tidak. Professor mengajak para mahasiswa berpikir dengan logika:
“adakah diantara kalian yang pernah mendengar Tuhan?” Tak ada yang menjawab
“adakah diantara kalian yang pernah melihat Tuhan?” lagi-lagi tak ada jawban
“atau adakah diantara kalian yang pernah menyentuhNya” masih tak ada jawaban
“kalau gitu Tuhan itu tidak ada.”
Seorang mahasiswa yang religius mengacungkan tangannya dan meminta ijin untuk bicara.
“adakah diantara kalian yang pernah mendengar otak profesor?” hening
“adakah diantara kalian yang pernah melihat otak profesor?” hening bercampur galau
“atau adakah diantara kalian yang pernah menyentuh otak profesor” sang professor terlihat galau
Karena tak ada yang menjawab maka mahasiswa itu kemudian menyimpulkan, “Kalau begitu, professor memang tak punya otak”

Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan

Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”Apakah Tuhan harus memaksa untuk datang kepada-Nya baru dunia tidak ada kesusahan? Semua kembali pada diri kita masing-masing.
<a href="http://jagadkawula.blogspot.com/2012/11/kisah-tukang-cukur-yang-mempertanyakan.html" target="_blank">Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan</a>


WAHABI VS NU

Wahabi & Salafi (WS): “Maulid dan tahlilan itu haram, dilarang di dalam agama.”

Nahdlatul Ulama (NU) : “Yang dilarang itu bid’ah, bukan Maulid atau tahlilan, bung!

WS : “Maulid dan tahlilan tidak ada dalilnya.”

NU : “Makanya jangan cari dalil sendiri, nggak bakal ketemu. Tanya dong sama guru, dan baca kitab ulama, pasti ketemu dalilnya.”

WS : “Maulid dan tahlilan tidak diperintah di dalam agama.”

NU : “Maulid dan tahlilan tidak dilarang di dalam agama.”

WS : “Tidak boleh memuji Nabi Saw. secara berlebihan.”

NU : “Hebat betul anda, sebab anda tahu batasnya dan tahu letak berlebihannya. Padahal, Allah saja tidak pernah membatasi pujian-Nya kepada Nabi Saw. dan tidak pernah melarang pujian yang berlebihan kepada beliau.”

WS : “Maulid dan tahlilan adalah sia-sia, tidak ada pahalanya.”

NU : “Sejak kapan anda berubah sikap seperti Tuhan, menentukan suatu amalan berpahala atau tidak, Allah saja tidak pernah bilang bahwa Maulid dan tahlilan itu sia-sia.”

WS : “Kita dilarang mengkultuskan Nabi Saw. sampai-sampai menganggapnya seperti Tuhan.”

NU : “Orang Islam paling bodoh pun tahu, bahwa Nabi Muhammad Saw. itu Nabi dan Rasul, bukan Tuhan.”

WS : “Ziarah ke makam wali itu haram, khawatir bisa membuat orang jadi musyrik.”

NU : “Makanya, jadi orang jangan khawatiran, hidup jadi susah, tahu.”

WS : “Mengirim hadiah pahala kepada orang meninggal itu percuma, tidak akan sampai.”

NU : “Kenapa tidak! kalau anda tidak percaya, silakan anda mati duluan, nanti saya kirimkan pahala al-Fatihah kepada anda.”

WS : “Maulid itu amalan mubazir. Daripada buat Maulid, lebih baik biayanya buat menyantuni anak yatim.”

NU : “Cuma orang pelit yang bilang bahwa memberi makan atau berinfak untuk pengajian itu mubazir. Sudah tidak menyumbang, mencela pula.”

WS : “Maulid dan tahlilan itu bid’ah, tidak ada di zaman Nabi saw.”

NU : “Terus terang, Muka anda juga bid’ah, karena tidak ada di zaman Nabi Saw.”

WS : “Semua bid’ah (hal baru yang diada-adakan) itu sesat, tidak ada bid’ah yang baik/hasanah.”

NU : “Saya ucapkan selamat menjadi orang sesat. Sebab Nabi Saw. tidak pernah memakai resleting, kemeja, motor, atau mobil seperti anda. Semua itu bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat.”

WS : “Kasihan, masyarakat banyak yang tersesat. Mereka melakukan amalan bid’ah yang berbau syirik.”

NU : “Sudah lah, kalau anda masih bodoh, belajarlah dulu, sampai anda bisa melihat jelas kebaikan di dalam amalan mereka.”

WS : “Saya menyesal dilahirkan oleh orang tua yang banyak melakukan bid’ah.”

NU : “Orang tua anda juga pasti sangat menyesal karena telah melahirkan anak durhaka yang sok pintar seperti anda.”

WS : “Para penceramah di acara Maulid, bisanya hanya mencaci maki dan memecah belah umat.”

NU : “Sebetulnya, para penceramah itu hanya mencaci maki orang seperti anda yang kerjanya menebar keresahan dan benih perpecahan di kalangan umat.”

WS : “Qunut Shubuh itu bid’ah, tidak ada dalilnya, haram hukumnya.”

NU : “Kasihan, rokok apa yang anda hisap? Setahu saya, di dalam iklan, merokok Star Mild hanya membuat orang terobsesi menjadi sutradara atau orator. Sedangkan anda sudah terobsesi menjadi ulama besar yang mengalahkan Imam Syafi’i yang mengamalkan qunut shubuh. Lebih Brasa, Brasa Lebih pinter gitu loh!”

Subsidi BBM

Pemerintah mencabut subsidi BBM, karena mayoritas pengguna BBM adalah masyarakat golongan menengah ke atas, sementara golongan menengah ke bawah masih menggunakan SMS.

Penyakit pegawai Indonesia

1. KUDIS : KUrang DISiplin
2. ASMA : Asal Mengisi Absen
3. TBC : Tidak Bisa Computer
4. KRAM : Kurang teRAMpil
5. ASAM URAT : Asal Sampai Kantor, terus URing-uringan Atau Tidur
6. GINJAL : Gaji Ingin Naik tapi kerJAnya Lambat
7. PUCAT : PUlang CePAT

Saksi Kasus Pencurian

Sam, seorang pria tua itu menjadi saksi dalam kasus pencurian. Pengacara pembela mengajukan pertanyaan kepada Sam, "Apakah Anda melihat klien saya melakukan pencurian ini?"

"Ya," kata Sam, "aku melihatnya dengan jelas, dia mengambil barang."

Pengacara bertanya lagi keada Sam, "Sam, ini terjadi pada malam hari. Apakah Anda yakin Anda melihat klien saya melakukan kejahatan ini?"

"Ya," kata Sam, "Aku melihat dia melakukan hal itu."

Kemudian pengacara berkata lagi kepada Sam, "Sam, dengarkan, Anda berusia 80 tahun dan pandangan mata Anda mungkin buruk. Seberapa jauh Anda bisa melihat di malam hari?"

Sam mengatakan, "Saya bisa melihat bulan, seberapa jauh itu?"  


Menceritakan Asal Usul Kepada Anak

Seorang anak mendatangi ibunya di dapur dan langsung bertanya,"Bu, burung merpati itu asalnya darimana sih?"

"Dari telur" jawab ibunya. "Oooo..." jawab anak tersebut.

"Kalau saya asalnya darimana?" tanya anak itu lagi.

Si ibu merasa sudah saatnya untuk menjelaskan kepada si anak mengenai asal usulnya.

Lalu si ibu bercerita, "Semuanya diawali dengan rasa sayang ibu dan bapak, terus ibu dan bapak menikah. Karena rasa sayang ibu dan bapak itu, ibu kemudian hamil. Waktu itu kamu ada di dalam perut ibu, masih kecil sekali. Lama kelamaan kamu mulai tumbuh membesar sehingga perut ibu juga membesar. Setelah sembilan bulan kemudian baru kamu lahir. Sekarang kamu sudah menjadi sebesar ini". Si ibu menutup penjelasannya sambil tersenyum.

"Ada apa, koq kamu bertanya seperti itu?", tanya si ibu.

"Ah enggak, tadi disekolah saya ditanya guru, kamu berasal darimana?", jawab si anak.

"Terus, kamu jawab apa?", tanya si ibu lagi. "Saya diam saja, habis saya enggak tahu sih", jawab si anak.

Merasa penasaran, si ibu bertanya lagi,"Teman-teman kamu yang lain jawab apa?"

"Ada yang dari Malang, ada yang dari Surabaya, macem-macem, Bu", jawab si anak.

Anggota DPR dan Pilot Penyabu

Seorang Guru matematika bertanya kepada murid-muridnya:
Guru : “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”
Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Bu!”

SUAMI BUTA DAN ISTRINYA



SUAMI BUTA DAN ISTRINYA
Seorang isteri berkata kpd suaminya yg buta: Kalau sampeyan bisa melihat kecantikan dan kulit putihku, tentu sampeyan akan takjub kepadaku, mas...
Si suami menjawab: Hehe, kalau keadaan ente bener seperti itu, tentu orang2 yg bisa melihat tidak akan menyisakanmu untukku...
تزوّج أعمى امرأة، فقالت له: لو رأيت حسني وبياضي لعجبت 


“Ora Usah Melu Macam-macam”

 “Ora Usah Melu Macam-macam”
Ada suatu daerah di Jawa Tengah yang mayoritas berkultur nahdliyin (NU). Penduduk setempat sehari-sehari mengamalkan amaliah NU seperti tahlilan, qunut, wirid dan lain-lain. Aktivitas organisasi NU dan banom-banom-nya pun tumbuh subur termasuk banom pelajarnya, IPNU (Ikatan Pelajar NU).Alkisah, di daerah tersebut, ada satu keluarga yang baru saja kehilangan sang ayah. Sebelum meninggal, si ayah tersebut berpesan kepada istrinya agar menjaga Nanang (bukan nama sebenarnya) putra semata wayangnya yang baru duduk di kelas X madrasah aliyah agar tetap berpegang pada ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah dan tidak terpengaruh teman-temannya dari kota yang sering mengajaknya ikut pengajian sel tertutup seperti yang seringkali dipraktekkan kaum muda Islam di perkotaan. Intinya, sang ayah berpesan agar putranya tersebut dapat mengikuti jejaknya menjadi aktivis NU dengan bergabung ke IPNU.

Menjelang tahun ajaran berakhir, tiba-tiba Nanang bertanya pada ibunya, ”Bu, aku mau naik ke kelas XI Aliyah, tapi aku bingung dengan pilihanku, masuk IPA atau IPS ya?”.
Sang ibu pun menjawab, ”Ora usah bingung-bingung le, ingat pesan bapakmu dulu, ora usah melu (ikut) macam-macam, IPA atau IPS, melu IPNU aja le”, tandas sang Ibu. Lho?? (Alf)

Cowok Idaman Para Cewek

Cewek : Mas kerja dimana?
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok : Tidak donk…
Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok : Tidak tidak…
Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok : BOHONGIN orang……

Tiga Orang Pemabuk dan Kereta Api

Tiga orang pemabuk tiba di stasiun kereta api beberapa saat sebelum kereta berangkat. Karena melihat ketiga pemabuk itu sempoyongan seperti tidak mampu naik kereta api, maka kepala stasiun yang baik hati membantu mereka naik. Ia sudah membantu dua orang naik kereta sebelum kereta berangkat, dan meminta maaf kepada seorang pemabuk lagi yang terpaksa tertinggal kereta api tadi. “Maaf tuan”, katanya. “Sebetulnya saya sangat ingin membantu Anda naik kereta”, kata kepala stasiun. “Tidak apa-apa”, jawab sang pemabuk yang tertinggal. “Teman saya akan lebih menyesal lagi. Mereka sebetulnya hanya mengantar saya ke stasiun”. Sumber: http://gudanghumor.com/

Ujian Susulan 4 Mahasiswa

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.
Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.
Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?” (Sumber. gudanghumor.com)

ORANG BUTA DAN LAMPU.

ORANG BUTA DAN LAMPU.

Seorang buta berjalan membawa gentong diatas pundaknya sambil menenteng lampu. Berjalan menuju sungai untuk mengisi gentong itu.

Seseorang yang melihatnya berkata,"Wahai orang buta. Malam hari dan siang hari sama saja bagimu. Lalu apa manfaat lampu itu?"

Orang buta itu menjawab,"Hai orang yang suka mencampuri urusan orang lain!! Lampu ini kuperuntukan kepada orang yang buta hati, agar ia tidak terpeleset atau menabrakku."

Abu Nawas dan Sholat Jenazah

Abu Nawas dan Sholat Jenazah

Pada suatu hari Abu Nawas mengikuti sholat jenazah di sebuah mesjid. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba di pertengahan pelaksanaan sholat berlangsung seluruh jamaah dikejutkan oleh ulah Abu Nawas yang tiba-tiba saja bersujud, entah sengaja atau karena lupa.

Spontan jamaah disekelilingnya terkejut..

Setelah sholat selesai maka bertanyalah seseorang diantara jamah kepada Abu Nawas

"Hey syekh, kenapa antum tadi kok sholat jenazah pakai sujud..??"

Dengan enteng, Abu Nawas menjawab,

"Mayat ini banyak banget dosa-nya jadi tidak cukup kalau sholatnya hanya diberi takbir aja, mesti ada sujud."

sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-det-6879-abu_nawas_dan_sholat_jenazah.html 

Santri Cerdik dan Seekor Sapi

Santri Cerdik dan Seekor Sapi

Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.

Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

“Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !” katanya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya, dan ternyata si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketia dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah seekor SAPI!


sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-det-6878-santri_cerdik_dan_seekor_sapi.html 

Larangan Merokok di Pesantren

Larangan Merokok di Pesantren

Di salah satu pesantren di Gorontalo, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.

Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.

Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.

"Kang, minta rokoknya... sekalian dengan api-nya...sup." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.

"Alhamdulillah, asyik sup..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.

Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya... Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan...

Ternyata... yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.

Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :

"Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang..."
sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-det-6880-larangan_merokok_di_pesantren.html

Maskapai Tegal Air

Maskapai Tegal Air

Baru saja di launching pesawat baru "TEGAL AIR" yang sangat nasionalis fanatik kedaerahan. Saat pramugari ngasih instruksi ke penumpang pesawat, beginilah jadinya:

"Dulur-dulur penumpang, delat maning kapal mabur pan mabur. Sadurunge, nyong karo pramugrari liyane pan nuduhna carane ngadepi keadaan darurat. Klambi plembungan ana nang slesepan ngisor jok, dingo dong kapal mabur mandeg nang duwur laut."

"Carane njukut klambi sekang slesepan terus dingo, tarik taline ben klambine mlembung, endah sampeyan ora pada klelep nang laut. Ati-ati aja dibeset mengko klambi plembungane modol-modol terus sampeyan bisa modar. Pipa karet didamu ben lampune kedap-kedip dadi bisa dideleng sekang kadohan. Klambi kuwe aja dicolong utawa digawa balik, angger konangan bisa ditempiling koen."

"Motor mabur kaya kiye ana nem lawange, loro nang ngarep, loro nang sewiwi, terus loro maning nang mburi. Angger pesawat kurang hawa nggo ambekan, mengko metu dewek masker oksigen sekang loteng. Angger masker mecotot, gagiyan dingo, ambekan kaya biasane bae, aja ngos-ngosan, marakna liyane pada wedi. Semene pengumuman sekang enyong, angger pan maca majalah apa Koran, kuwe ana nang slesepan jok ngarepe koen kabeh. Angger pan mutah nganggo plastik nang ngisor jok. Aja janji mutah koprat-kaprit njijeni nemen, inyonge sing repot ndadak ngresiki ana apa."

"Angger pan nguyuh jumblenge nang mburi. Aja nguyuh karo udud, kapan konangan diuyuhi sisan kon. Aja ngising disit ya.. nek mabur, mbokan taine nibane ndase wong-wong sing nang pasar, Nek kebelet nemen ya sabar ndisit nang bandara bae ya.. mengko nek mudun. Aja nguyuh nang jumbleng ngarep, kae jumblenge wong sugih.."

"Wis lah..cangkeme teol, moga-moga slamet waras bregas bisa mudun maning. Kaya kuwe bae ya, suwun.. Oh iya, njaluk pangapurane ya, mbokan ana sing nggawa endog kapan laka ya tahu kuping, tulung aku njaluk saanane, inyong ngelih nemen awit manjing during mbadog."


sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-det-8036-maskapai_tegal_air.html








 


















No comments:

Post a Comment