Sunday, March 24, 2013

Perbaikan tugas jejak ekologis pribadi

TUGAS MANDIRI
ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
EKOLOGIS FOOTPRINT
                                


                                                          Dosen Pembimbing :
PROF.SUPLI EFFENDI RAHIM,PhD, M.Sc


Disusun Oleh
HAWATRIANA
NPM:12.13101.10.01



PROGRAM  PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
STIK BINA HUSADA PALEMBANG
2013

KATA  PENGANTAR
                 
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan lancar, walaupun banyak kendala yang kami hadapi. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kita sebagai generasi penerusnya hingga akhir zaman.
Tugas ini membahas tentang ekologis footprint . Dalam penyusunan makalah ini, penyusun  mengucapkan  banyak terimakasih kepada Bapak Prof. Supli Effendi,Ph.D,M.Sc    sebagai dosen  Etika dan Nilai Lingkungan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan tugas  ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam  penyusunan  tugas terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan  kritik yang membangun demi kesempurnaan  makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

                                                                                         Palembang, 14  Maret  2013

                                                                                                    Penyusun







DAFTAR  ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………… .1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….. .2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………... 3
1.2  Rumusan masalah…………………………………………………………….. 5
1.3  Tujuan………………………………………………………………………… 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………….6
BAB  III HASIL PERHITUNGAN……………………………………………………..12         
BAB  IV   KESIMPULAN
              3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….….18
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….19
             












BAB I
 PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
            Istilah Ecological Footprint (jejak ekologi) memang tidaklah sepopuler istilah konservasi. Sebagai sebuah metodologi, Ecological Footprint diperkenalkan oleh para pencinta lingkungan sebagai upaya meyakinkan masyarakat luas atas dampak gaya hidup manusia dalam mempengaruhi dan mereduksi langsung kemampuan bumi dalam menyediakan sumber daya alam, baik di darat maupun laut, yang mempunyai ekosistem produktif terhadap alam dan mengkomunikasikannya secara kuantitatif dalam bentuk yang mudah dipahami
Untuk mengukur dan mengetahui bagaimana dampak gaya hidup kita, dapat dilakukan dengan cara mengikuti ecological footprint quiz (kuis jejak ekologi)  Atau bisa juga dengan menghitungnya melalui Ecological Footprint Calculator (kalkulator jejak ekologi). 
Metode ini mempermudah kita melihat hubungan sebab akibat dari tindakan atau gaya hidup manusia terhadap kemampuan bumi dalam menopang kebutuhannya di dunia ini secara kuantitatif. Sehingga kita dapat mengetahui seberapa boros, seberapa banyak kita menghasilkan limbah dan seberapa berbahaya limbah yang kita hasilkan, hingga menyangkut penjumlahan total lahan yang diperlukan untuk menyediakan makanan, perumahan, transportasi, bahan-bahan konsumsi yang lain, serta pelayanan yang kita gunakan. Namun tidak semua lahan bisa berfungsi untuk menunjang kehidupan kita secara berkelanjutan. Oleh karena itu Jejak Ekologi hanya mengukur lahan yang mampu berproduksi dan mengelola limbah secara alami, atau yang disebut lahan produktif biologis.
1.2  Rumusan Masalah
            Dari penjelasan latar belakang diatas dapat diketahui rumusan masalah yaitu apa dan bagaimana menentukan jejak ekologis pribadi?......

1.3  Tujuan
            Tujuan penulisan ini adalah memberikan wawasan tentang cara menentukan jejak ekologis pribadi.












BAB II
                                                      TINJAUAN PUSTAKA       
Sebuah pendekatan yang baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep "jejak kaki ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and Rees, 1996).
Ecological Footprint adalah alat bantu untuk dapat kita pergunakan dalam mengukur penggunaan sumberdaya dan kemampuan menampung limbah dari populasi manusia dihubungkan dengan kemampuan lahan, biasanya dinyatakan dalam hektar.
Ecological Footprint dapat digunakan sebagai ukuran prestasi kita dalam mendukung keberlanjutan bumi ini, dan menjadi indikator terbaik dan efisien dalam mendukung keberlanjutan kehidupan. Alat ukur ini menjadi penting dalam konteks untuk mengetahui apakah kegiatan konsumsi yang kita lakukan masih dalam batas daya dukung lingkungan ataukah sudah melewatinya, dengan kata lain masih dalam surplus ataukah sudah dalam defisit (penurunan kualitas) ekologi.
Ecological Footprint secara sederhana dapat ditentukan dengan menelusuri berapa besarnya konsumsi sumberdaya alam (baik berupa produk ataupun jasa), serta sampah yang kita produksi dan disetarakan dengan area permukaan bumi yang produktif secara biologis dalam satuan luasan hektar (ha).
            Istilah jejak kaki atau footprint telah dikenal secara umum dalam pengelolaan sumber daya alam di dunia internasional sebagai metode perhitungan kuantitatif yang menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Saat ini telah dikenal tiga jenis footprint dalam kehidupan sehari-hari, yaitu 1) ecological footprint, 2) carbon footprint dan 3) water footprint. Satuan dan sumber daya yang dianalisis secara spesifik oleh masing-masing jenis footprint tersebut berbeda-beda. Ecological footprint difokuskan untuk menghitung penggunaan lahan bioproduktif yang digunakan untuk menyokong populasi dunia dan dinyatakan dalam satuan hektar. Perhitungan carbon footprint dititikberatkan pada penghitungan penggunaan energi yang dinyatakan dalam volume emisi karbondioksida (CO2) menggunakan satuan ton. Water footprint adalah jenis footprint yang terakhir. Footprint ini menghitung penggunaan air untuk menyokong kehidupan manusia yang dinyatakan dalam satuan volume air (M3).
Konsep ecological footprint (EF), atau jejak kaki ekologis, pertama kali diperkenalkan oleh William Rees dan Martin Wackernagel pada tahun 1990-an. Konsep ini pada dasarnya dikembangkan sebagai usaha pencarian indikator untuk pembangunan berkelanjutan dan khususnya diharapkan dapat menjadi metode untuk mengukur secara kuantitatif mengenai hubungan perlakuan manusia terhadap bumi dengan daya dukung yang dimiliki oleh bumi itu sendiri (Wackernagel and Rees, 1996). Konsep ini menegaskan bahwa hampir semua tindakan dan perilaku hidup manusia, misalnya perilaku konsumsi dan transportasi, akan membawa dampak ekologis atau dampak bagi lingkungan (Hoekstra, 2007). Pendekatan EF dapat digunakan untuk mendidik masyarakat mengenai penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan kemampuan daya dukung bumi untuk menyokong keberlanjutan hidup mereka. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai indikator keberlanjutan. Pendekatan ini juga memberikan penjelasan mengenai dampak perilaku manusia terhadap lingkungan dan dapat menghubungkannya dengan daya dukung bumi.
Jenis analisis footprint yang kedua adalah Analisis carbon footprint (CF). Carbon footprint adalah indikator mengenai dampak aktivitas manusia terhadap iklim global yang dinyatakan dalam jumlah gas rumah kaca (GRK) yang diproduksi. Carbon footprint secara konseptual menggambarkan kontribusi individu atau negara terhadap pemanasan global. Carbon footprint dapat menunjukkan total emisi karbondioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya yang diemisikan pada seluruh proses untuk menghasilkan produk atau jasa (Hoekstra, 2008).
jenis analisis footprint yang terakhir adalah analisis water foootprint (WF). Water footprint dikembangkan oleh Hoekstra pada tahun 2002. Water footprint dapat merepresentasikan jumlah volume air tawar yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan suatu populasi, seperti yang diungkapkan oleh Madrid et alThe water footprint represents the freshwater volume required to sustain a population” (Madrid et al., not dated). Hoekstra dan Chapagain (2004) dalam laporan hasil penelitiannya mendefinisikan water footprint individu, bisnis atau negara adalah total volume air tawar yang digunakan untuk memproduksi makanan dan jasa yang dikonsumsi oleh individu, bisnis atau negara. Nilai water footprint umumnya dinyatakan dalam satuan volume air yang digunakan setiap tahunnya. Saat ini, water footprint telah berkembang menjadi alat analisis yang digunakan untuk mengarahkan perumusan kebijakan kearah isu-isu mengenai keamanan air dan penggunaan air yang berkelanjutan di negara maju (Hoekstra, 2008).
Ecological Footprint dibutuhkan untuk menerjemahkan semua efek ekologikal dari aktivitas manusia pada lahan yang digunakan manusia untuk memproduksi barang  termasuk kandungan limbah yang dihasilkan.
Ecological Footprint juga bisa diartikan sebagai jumlah lahan yang produktif secara biologi yang dapat mensupport level konsumsi dari populasi manusia . Jika Ecological Footprint lebih Tinggi dibandingkan jumlah area yang ada, maka level consumsi akan unsustainable karena melewati titik carrying capacity lahan

Cara menghitung Ecological Footprint:
Energy, makanan dan konsumsi logam per kapita ditranformasikan pada konteks lahan nyang dibutuhkan untuk memperoduksi kuantitas. Hasilnya kemidian dibandingkan dengan jumlah lahan yang produktif per capita.
            Jejak Ekologis (Ecological Footprint)Jejak ekologis atau ecological footprint adalah sistem yang mengukur seberapa banyak ruang (di darat dan air) yang diperlukan manusia untuk menghasilkan sumber daya yang mereka butuhkan dan menyerap limbah yang mereka hasilkan. Kalkulasi jejak ekologis dilakukan dengan menghitung berapa hektar ruang hidup (darat dan air) di bumi yang dibutuhkan oleh seorang manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya dalam setahun.
Laporan Living Planet Report 2012 menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan: peningkatan jejak ekologis yang terus berlanjut.Data terbaru pada 2008 menunjukkan jejak ekologis yang ditinggalkan manusia telah melebihi kapasitas biologis bumi, dimana bumi hanya mampu memproduksi sumber daya terbarukan dan menyerap CO2 sebesar 50 persen dari yang dibutuhkan dunia saat ini.
Secara keseluhan, jejak ekologis manusia telah menjadi dua kali lipat sejak tahun 1966
Membutuhkan setidaknya 1,5 tahun bagi planet bumi untuk meregenerasi sumberdaya terbarukan yang dapat dimanfaatkan manusia, serta menyerap karbon yang dihasilkannya dalam jangka waktu yang sama. Keterlampauan Ekologis atau yang dikenal dengan istilah “ecological overshoot” ini secara umum disebabkan oleh emisi karbon dan permintaan akan bahan pangan, namun ketersediaan lahan dan pengalokasiannya bisa dipastikan akan segera menjadi isu utama. Bagaimana daya dukung bumi?
Jejak ekologis penduduk dunia telah melampaui kemampuan planet Bumi memperbaiki diri secara alami (biokapasitas) sebesar 50 persen. Artinya dibutuhkan 1.5 tahun bagi bumi untuk memproduksi sumberdaya yang dikonsumsi oleh manusia dalam 1 tahun
Siapa Yang Paling Boros?...Jejak ekologis setiap orang tidak selalu sama, juga terdapat perbedaan besar antara tiap-tiap negara, khususnya jika terdapat perbedaan pada tingkat perekonomian dan pembangunannya. LPR 2012 menunjukkan bahwa negara berpendapatan tinggi memiliki jejak ekologis rata- rata tiga kali lipat dari negara berpendapatan menengah dan rata-rata lima kali lipat dibandingkan negara berpendapatan
rendah.
Sepuluh negara yang paling boros atau mempunyai jejak ekologis terbesar per orang dalam menggunakan sumber daya buminya adalah: Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Denmark, Amerika Serikat, Belgia, Australia, Kanada, Belanda dan Irlandia. Ekspansi BRIICS Meningkatnya perekonomian negara-negara BRIICS (Brazil, Rusia, India, Indonesia, Cina dan Afrika Selatan) telah menaikkan jejak ekologis per kapita sebesar 65 persen sejak tahun 1961.
            Analisis EF (ecological footprint) sendiri tampaknya beranjak dari pemikiran yang sederhana, yakni kapasitas daya dukung area (lahan) produktif (biocapacity) untuk hidup manusia. Lahan produktif itu hanya berupa daratan dan perairan, yang sebenarnya pun tak bisa dimanfaatkan keseluruhannya. Jadi berapa yang bisa diambil dari alam oleh manusia untuk hidup dan berapa sampah yang harus kembali dibuang ke alam oleh manusia dalam cakupan wilayah tertentu. Eksploitasi oleh manusia dari alam itu bisa dalam bentuk dan berbagai macam kegiatan, misal makan, transport, energi, dan sebagainya. Besaran area analisisnya adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi, mulai dari individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota, wilayah, negara, atau bahkan seluruh bumi. Kondisi saat ini pun diketahui bahwa kapasitas penggunaan alam untuk hidup manusia telah 23% melampui kemampuan regenerasi bumi itu sendiri. Dalam istilah EF, kelebihan dari kemampuan daya dukung alam ini disebut overshoot.
Dari laporan WWF yang mengtengahkan jejak ekologi dengan judul “Ecological Footprints: A guide for local authorities” bagaimana EF ini bisa dimanfaatkan untuk beberapa perhitungan dalam rangka kehati-hatian bertindak, saat ini dan waktu akan datang. Laporan dari WWF ini menggunakan contoh Wales dan Liverpool sebagai kasusnya. Mengutip temuan Mathis Wackernagel dkk. bahwa individu di bumi ini sat ini mengambil jatah rata2 sekitar 2.2 ha, namun karena ada hak pula dari makhluk lain yang dinamakan “earth share”, maka jatah manusia sebenarnya tinggal 1.87 ha. Untuk kasus saat inis aja, penduduk bumi telah berhutang hampir 0.4 ha. Dari beberapa laporan studi ternyata juga terlihat bahwa makin majunya sebuah negara makin besar jejak ekologi yang harus dibayarnya. UAE 11.9, Amerika 9.5 ha, Inggris 5.45 ha, Wales 4.45 ha, Swiss 4 ha, Indonesia 1.1 ha, dan Bangladesh rata2 0.5 ha. Membacanya, untuk menuruti gaya hidup orang Amerika, maka area yang mereka huni harus dijembarkan menjadi 9.5 kalinya sekarang :-). Mereka juga telah mengalami apa yang dinamakan ecological deficit, sedang orang Bangladesh boleh lah disebut memiliki ecological reserve. istilah ini digunakan untuk membandingkan jejak ekologi dan kapasitas biologinya.
Lalu bagaimana kalo tiap individu ingin mengetahui jejak ekologinya. Untuk mengukur jejak ekologi kita berdasar standar yang telah ditentukan, menggunakan kuis. Beberapa faktor yang menjadi komponen penghitungan adalah bagaimana jejak rantai makanan (food), tempat berteduh (shelter), perjalanan untuk berkegiatan (mobility), barang (goods), jasa (service). Dari 5 jejak ini terasa mobilitas, makanan, dan perumahan mendapat porsi penyelidikan yang besar. Sebaliknya barang dan jasa hanya sekelumit mendapat penilaian. Dari hasil reka-reka jawaban, ternyata memang sangat sulit untuk menghasilkan jawaban yang tak lebih dari 1 yang berarti cukup “nerimo” dengan kondisi alamiah bumi.

BAB III
HASIL PERHITUNGAN

PERHITUNGAN JEJAK EKOLOGI PRIBADI
Penggunaan air                                                                                                     My Score
1.      Penggunaan shower saat mandi pada satu hari adalah :                                 0
Tidak pake shower/tidak mandi (0)
1-2 menit/seperempat bagian dari bak mandi (50)
3-6 menit/setengahbagian  bak mandi (70)
10 menit lebih/satu bak mandi penuh  (90)
2.      Saya menyiram toilet                                                                                     40
Setiap waktu setelah digunakan (40)
Kadang-kadang (20)
3.      Ketika menggosok gigi , saya biarkan air mengalir (40)                                 0
4.      Saya mencuci mobil hari ini (80)                                                                     0
5.      Kami menggunakan toilet yg dapat menyimpan air (6-9                                0
Liter/siraman) (-20)
6.      Kami menggunakan shower yang rendah aliran air (-20)                               0
7.      Saya menggunakan mesin pencuci piring (50)                                                0
Subtotal                                  40

Makanan                                                                                                        My Score
1.      Pada suatu hari, saya makan :                                                                         120
Daging (150/porsi)
Daging ayam (100/porsi)
Ikan tambak (80/porsi)
Ikan laut (40/porsi)
Telur (40/porsi)
Susu (40/porsi)
Buah (20/porsi)
Sayur (20/porsi)
Roti, nasi, sereal (20/porsi)
2.      _____yang saya makan tumbuh di daerah saya                                              30
Semua (0)
Beberapa (30)
Tidak satu pun / tidak ada (60)
3.      _____yang saya makan organik                                                                      30
Semua (0)
Beberapa (30)
Tidak ada (60)
4.      Saya menghaluskan buah/sayur                                                                      60
Ya (-20)
Tidak (60)

5.      _____makanan saya diproses di pabrik                                                          30
Semua (100)
Beberapa (30)
Tidak satupun/tidak ada (0)
6.      ____makanan saya sudah dikemas                                                                 30
Semua (100)
Beberapa (30)
Tidak satupun (0)
7.      Pada setiap hari, saya buang :                                                                         0
Tidak satupun dari makanan saya (0)
Seperempat bagian makanan saya (100)
Sepertiga bagian dari makanan saya (150)
Setengah bagian dari makanan saya (200)

                                                                        Subtotal                                  180
Transportasi
1.      Pada suatu hari, saya bepergian menggunakan :                                             200
Jalan kaki (0)
Sepeda (5 tiap digunakan)
Kendaraan umum (30 tiap digunakan)
Kendaraan pribadi (200 tiap digunakan )
2.      Effisiensi  bahan bakar kendaraan pribadi saya                                              -50
 adalah ___liter/100 KM         (galon/60 mil):
kurang dari 6 liter / 2 galon (-50)
6-9 liter / 2 – 21/2galon (50)
10-13 liter/3-31/2 (100)
Lebih dari 13 liter / 31/2 galon (200)
3.      Waktu yang saya habiskan menggunakan kendaraan saya                             60
Setiap hari :
Tidak ada (0)
Kurang dari setengah jam (40)
Setengah sampai satu jam (60)
Lebih dari satu jam (100)
4.      Seberapa besar mobil yang saya bawa pada suatu hari ?                                -20
Tidak menggunakan mobil (-20)
Kecil (50)
Sedang (100)
Besar (SUV) (200)
5.      Jumlah mobil dalam perjalanan kami ?                                                           50
Tidak ada (0)
1 mobil (50)
2 mobil (100)
Lebih dari 2 mobil (200)


6.      Pada suatu hari, saya berjalan/lari selama :                                                     100
5 jam atau lebih (-75)
3 sampai 5 jam (-25)
1 sampai 3 jam (0)
Setengah jam sampai satu jam (10)
Kurang dari 10 menit (100)
                                                                                                Subtotal                      340

Tempat Tinggal
1.      Jumlah ruang per orang (jumlah ruang dengan jumlah orang                         80
Yang tinggal di rumah)
Kurang dari dua ruangan per orang (10)
2 sampai 3 ruangan per orang (80)
4 sampai 6 ruangan perorang (140)
7 atau lebih ruangan perorang (200)
2.      Kami berbagi rumah kami dengan orang yang bukan anggota                       -50
Keluarga kami (-50)
3.      Kami memiliki rumah kedua, rumah liburan yang seringkali kosong 0
Tidak (0)
Kami punya/menggunakannya dengan orang lain (200)
Ya (400)
                                                                                    Subtotal                      30



Penggunaan energi
1.      Pada musim dingin, suhu rumah kami :                                                          150
Dibawah 15 derajat celcius (59 F) (-20)
15 sampai 18 derajat celcius (59-64 F) (50)
19 sampai 22 derajat celcius (66-71 F) (100)
22 derajat celcius (71 F) atau lebih (150)
2.      Kami menjemur pakaian di luar ruangan atau di rak dalam                            -50
Ruangan
Selalu (-50)
Kadang-kadang (20)
Tidak pernah (60)
3.      Kami menggunakan refrigerator (kulkas) yang efisien energinya                   -50
Ya (-50)
Tidak (50)


4.      Kami menggunakan lampu fluoresen                                                              -50
Ya (-50)
Tidak (50)
5.      Saya mematikan lampu, komputer, dan televisi ketika                                   0
Tidak digunakan
Ya (0)
Tidak (50)
6.      Supaya dingin,  saya gunakan :                                                                       30
Air conditioning : mobil/rumah (rata-rata 30)
Kipas angin (-10)
Tidak pakai apa apa (-50)
7.      Hari ini di luar ruanagan, saya menghabiskan waktu:                         100
7 jam (0)
4-6 jam (10)
2 sampai 3 jam (20)
Kurang dari 2 jam (100)
                                                                        Subtotal                                  130

Pakaian
1.      Saya berganti pakaian setiap hari dan di cuci (80)                                          80                   
2.      Saya menggunakan pakaian yang telah di tentukan (-20)                              -20
3.      Seperempat dari pakaian saya buatan tangan atau baju bekas (-20)               0
4.      Sebagian besar pakaian saya akan diganti setiap tahun baru (120)                 120
5.      Saya memberikan pakaian yang tidak lagi saya pakai ke toko barang            100
Bekas
Ya (0)
Tidak (100)
6.      Saya membeli hem (atasan) dari bahan katun jika bisa (-10)                          -10
7.      Saya tidak pernah memakai ___% dari pakaian saya dalam                           25
Kurang dari 25% (25)
50% (50)
75% (75)
8.      Saya mempunyai ___pasang sepatu                                                                60
2 sampai 3 (20)
4 sampai 6 (60)
7 atau lebih (90)

                                                                                     Subtotal                     355



Pengelolaan sampah
1.      Semua sampah dikumpulkan dalam:                                                               200
Kotaksepatu (20)
lubang   Besar (60)
Tempat sampah (200)
Tidak ada sampah yang dihasilkan (-50)
2.      Saya  gunakan kembali jenis sampah daripada                                               0
membuangnya  (-20)
3.      Saya perbaiki  jenis sampah daripada dibuang (-20)                                       0
4.      Saya daur ulang semua kertas, kotoran, kaca dan plastik (-20)                      0
5.      Saya menghindari jenis yang sekali pakai  sesering mungkin             -10      
Ya (-10)
No (60)
6.      Saya menggunakan batere yang dapat di cas ulang jika dapat (-30)              0
7.      Menambah satu poin masing-masing rupiah yang dibelanjakan                     0
Pada suatu hari
Hari ini tidak membeli paapun (0)
                                                                        Subtotal                                  190


Kesenangan
1.      Permainan tertentu, meliputi halaman,kolam, gim, ski,                                  0
Area parkir dll, kegiatan yang dilakukan bersama-sama
Tidak ada (0)
Kurang dari 1 hektar / 21/2 acres (20)
1 sampai 2 hektar/21/2 sampai 5 acres (60)
2 atau lebih hektar/ 5 atau lebih acres (100)
2.      Pada suatu hari, saya menggunakan televisi atau komputer                           80
Tidak sama sekali (0)
Kurang dari 1 jam (50)
Lebih dari 1 jam (80)
3.      Berapa banyak peralatan yang dibutuhkan untuk aktivitas tertentu?             20
Tidak satupun (0)
Sangat sedikit (20)
Beberapa (60)
Banyak (80)
                                                                        Subtotal                                  100

Kesimpulan
Pindahkan subtotal pada masing-masing bagian dan tambahkan menjadi grand total
Penggunaan air            : 40
Makanan                    : 180
Transportasi                 : 340
Tempat tinggal            :  30
Penggunaan energi      : 150
Pakaian                        : 355
Pengelolaan sampah    :  190
Permainan                   : 100

Grand Total :  1365/1000: 1,3gha



BAB III
PENUTUP
Ecological Footprint adalah alat bantu untuk dapat kita pergunakan dalam mengukur penggunaan sumberdaya dan kemampuan menampung limbah dari populasi manusia dihubungkan dengan kemampuan lahan, biasanya dinyatakan dalam hektar.
Ecological Footprint dapat digunakan sebagai ukuran prestasi kita dalam mendukung keberlanjutan bumi ini, dan menjadi indikator terbaik dan efisien dalam mendukung keberlanjutan kehidupan.
Hasil perhitungan jejak ekologis pribadi saya adalah 1,3 gha.Alat ukur ini menjadi penting dalam konteks untuk mengetahui apakah kegiatan konsumsi yang kita lakukan masih dalam batas daya dukung lingkungan ataukah sudah melewatinya, dengan kata lain masih dalam surplus ataukah sudah dalam defisit (penurunan kualitas) ekologi.

           



                                                                          



DAFTAR PUSTAKA


Turner T, 2004, How Big is My Ecological Footprint ?, vol 1 No. 38 Hal . 84, Diakses
Tanggal 6 Maret 2013.



No comments:

Post a Comment